30/07/2025
SHOLAT SEBAGAI TIANG AGAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَرَّضَ الصَّلَاةَ عَلَى عِبَادِهِ
الْمُؤْمِنِينَ، وَجَعَلَهَا عِمَادًا لِهَذَا الدِّينِ، أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا
اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنْحِي قَائِلَهَا مِنَ الدُّخُولِ فِي
زُمْرَةِ الْهَالِكِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، سَيِّدُ
الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، اللَّهُمَّ فَصَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ،
وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ، وَتَابِعِيْهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ،
وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أَوْصِيْكُمْ
وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ
تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: )سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ
الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ(.[1]
MA’ASYIRAL HADIRIN JAMA’AH JUM’AT RAHIMAKUMULLAH
Marilah kita selalu bertakwa kepada Allah swt, takwa yang
mendalam dan betul-betul dihayati, sehingga seolah tingkah kita selalu
dikontrol oleh kadar ketakwaan kita. Manusia yang gerak-geriknya diawasi oleh
rasa takwa, Ia akan memiliki pribadi tangguh, dan jiwa yang mulia, serta budi
pekerti yang luhur.
MA’ASYIRAL HADIRIN JAMA’AH JUM’AT RAHIMAKUMULLAH
Apa sebabnya dunia semkain memburuk?. Apa sebabnya dunia
semkain kacau?. Apa sebabnya harapan-harapan baik suka menjelma menjadi
kenyataan?. Aliran-aliran orang tua, aliran-aliran kuno menjawab: bahwa yang
menjadi penyebabnya adalah karena dunia semakin tua dan semakin pikun. Penyait
pikun itulah yang mengakitbakan dunia menjadi lupa-lupa ingat, sesaat lupa,
sesaat ingat.
Sehingga zaman sekarang disebut zaman edan, Sopo
Ora Edan Ora kaduman, kalau tidak mengobyek tidak kaduman, kemudiaan
kepercayaan ini diakhiri dengan kalimat yang baik “Sak Bejo-bejone Kang
Lali, Isih Bejo Kang Iling Lan Waspodo”. Beruntunglah orang orang yang
sadar dan waspada, Ramalan pujangga agung ini sudah berakar kuat, sudah
mendarah daging, menjadi kepercayaan orang awam yang sulit untuk dihilangkan
dan sangat sulit untuk dirubah.
Sekarang bagaimana agama islam menjawab? Kita bisa
menjawab dengan tegas, “Zaman akan semakin tidak teratur kalau
manusia-manusianya meninggalkan sembahyang. Zaman akan semakin kalut, kalau
manusia-manusianya tidak mau sujud.Sebab apa kita sebagai manusia ini
diperintahkan oleh Allah swt untuk melakukan sholat?.Padahal Allah swt tidak
mengambil keuntungan sama sekali dari ibadah sholatnya manusia. Sehingga semua
manusia tanpa kecuali melakukan ibadah sholat, sama sekali tidak akan menambah
keagungan Allah, tidak akan menambah kebesaran Allah, dan tidak akan menambah
kekuasaan Allah.
Sebaliknya, seandainya semua manusia tanpa terkecuali
meninggalkan sholat, sama sekali tidak akan mengurangi kebesaran, kekuasaan,
keagungan Allah. Akan tetapi karena kasih sayang Allah swt kepada manusia, maka
kita sebagai manusia diberi tuntunan-tuntunan hidup untuk memecahkan
masalah-masalah kita.
Kenapa justru ibadah sholat yang menjadi jawabnya? Sebab
sholat itu dapat mencegah hal-hal yang kurang baik, hal-hal yang tidak baik,
bahkan hal-hal yang disebut pelanggaran, sampai hal-hal yang tergolong
kejahatan, Semua perbuatan yang tidak baik disebut pelanggaran, dan yang
tergolong kejahatan, itu akan terbasmi bersih dan akan hilang musnah dengan
ibadah shola. Itulah kadar hikmah sholat atau nilai-nilai yang terkandung
didalam sholat yang difirmankan Allah swt:
)إن الصَّلوةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ) [العنكبوت:٤٥[
“Sesungguhnya sholat itu dapat mencegah dari
perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut ayat: 45)
Dengan dasar ayat ini, bila ada orang yang melakukan
sholat tetapi tidak meninggalkan perbuatan yang keji dan mungkar, lebih-lebih
pelanggaran dan kejahatan, berarti ibadah sholatnya masih belum dapat
membuahkan apa-apa, belum dapat menimbulkan faedah dan hikmah apa-apa. Hal ini
diperkuat oleh hadist rasulullah yang diriwayatkan sahabat imran bin husain
dengan ibnu abbas:
»مَنْ لَمْ تَنْهَهُ صَلَاتُهُ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللَّهِ إِلَّا بُعْدًا».
(رواه علي ابن معبد(
“Barang siapa yang sholatnya tidak mampu mencegah dari
perbuatan yang keji-keji dan yang mungkar, maka sholatnya itu justru akan
tambah menjauhkan dirinya kepada Allah swt.” (HR. Ali bin ma’bad)[2]
MA’ASYIRAL HADIRIN JAMA’AH JUM’AT RAHIMAKUMULLAH
Ditinjau dari segi apapun, ibadah sholat mengandung makna
dan nilai serta tujuan yang luhur. Baik untuk kesejahteraan rohani maupun
jasmani.Dokter romli dalam bukunya yang khusus menerangkan firman Allah swt:
إنَّ الصَّلوةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
Beliau mengatakan “Sesungguhnya sholat itu dapat mencegah
mnusia dari kejahatan dan kemungkaran.”
Kejahatan dan kemungkaran adalah menjadi sumber segala
kekacauan dan kebinasaan. Untuk mencegah itu semua, manusia harus sholat,
sembahyang, berbakti kepada Allah swt, Karena hakikat sholat itu adalah
pengabdian dan penyerahan jiwa dan raga kepada Allah swt, sesuai sumpah yang
senantiasa diikrarkan dalam doa iftitah.”
إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِينَ [الأنعام: ١٦٢[
“Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku
hanyalah untuk Allah swt, tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am ayat: 126)
Kalau setiap orang mau melakukan sholat dengan tekun dan khusyu’,
juga tunduk dan patuh kepada semua perintah Allah swt, insya Allah akan
terciptalah kesegaran dunia ini dalam merindukan kedamaian, kesejahteraan, dan
kebahagiaan yang selalu dinanti-nantikan dan diidam-idamkan. Sembahyang adalah
sangat penting didalam agama islam, sebab sembahyang adalah merupakan daya
penggerak untuk berbuat baik, untuk memakmurkan dunia dan untuk memberi
kesejahteraan hidup dimanapun ia berada.”
KAUM MUSLIMIN YANG
DIMULIAKAN ALLAH SWT
Mudah-mudahan kita semua diciptakan sebagai
manusia-manusia yang tekun dan aktif didalam ibadah sholat secara khusyu’, dan
selalu berbakti kepada Allah swt, mengerjakan semua perintah-Nya, meninggalkan
semua larangan-Nya. Dapat mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan, ketentraman
dan kedamaian diantara kita dan orang
lain juga semua lingkungan kita, mulai dari dunia hingga akhirat nanti. Amin
Ya robbal alamin.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنفَعَنِي
وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي
وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.