30/07/2025
TAKWA
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَظْهَرَ قُدْرَتَهُ عَلَى خَلْقِهِ
بِإِظْهَارِ عَبْدِهِ وَحَبِيبِهِ وَرَسُوْلِهِ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ﷺ بإِذْنِهِ،
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ،وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ،
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ الْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ،
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ القَوِيمِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اِتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي
لَا إِلَهَ سِوَاهُ، أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ، يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا
اللهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Ma’asyiral Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, agar kita selalu mendapatkan jalan keluar dalam setiap menghadapi kesulitan. Sebagaimana firman Allah di dalam surat Ath-Thalaq ayat [2-3]:
}وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ{
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan kepadanya jalan keluar dan akan memberikan rezeki kepadanya diluar perhitungan dan tanpa di duga-duga sebelumnya.”
[QS. Ath- Thalaq ayat :2-3]
Ma’asyiral Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Taqwallah, pada dasarnya, di dalam kitab kifayatul
atqiya’ disebutkan:
التَّقْوَى وَهِي عِبَارَةٌ عَنِ اِمْتِثَالِ أَوَامِرِ اللهِ
وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيِهِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا مَعَ اِسْتِشْعَارِ التَّعْظِيمِ اللهَ
“taqwa adalah Menjalankan
semua perintah perintah allah dan menjauhi semua larangan-larangan allah lahir
maupun batin beserta niat untuk mengagunggkan allah swt.”
Sikap dan perilaku taqwallah seperti di atas, tentu saja
didorong oleh keimanan dan keyakinan atas kebenaran adanya perintah dan
larangan itu dari allah, Dan sekaligus mengimani dan meyakini akan adanya jaza’
atau pembalasan di hari kiamat nanti. Untuk meningkatkan taqwallah, marilah
kita renungkan perbincangan rasulullah dengan para sahabatnya.
Pada waktu itu Rasulullah duduk di kerumuni sejumlah
sahabatnya, beliau mengatakan; “siapa di antara kalian yang mau menerima
pesan-pesan dan mengamalkan nya, serta mengajarkan kepada orang lain yang mau
mengamalkan nya.”
Abu Hurairah yang pada saat itu duduk didekat Rasulullah
menyahut; “Wahai Rasulullah, saya bersedia menerima dan mengamalkannya, juga
bersedia meneruskan pesan itu kepada orang orang yang mau mengamalkannya.”
Kemudian Rasulullah menarik tangan Abu Hurairah seraya
bersabda;
اتَّقِ
الْمَحَارِمَ تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ، وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى
النَّاسِ، وَأَحْسِنُ إِلَى جَارِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا، وَأَحِبُّ لِلنَّاسِ كَمَا تُحِبُّ
“Jauhilah larangan-larangan Allah, pasti engkau akan
menjadi orang yang paling patuh kepada-Nya. Ridlalah atas rezeki yang telah
diberikan Allah kepadamu,pasti engkau akan menjadi manusia yang paling kaya.
Berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya engkau akan menjadi orang yang hidup
aman. Berikanlah kesukaan kepada orang lain dengan apa yang engkau sukai, maka
engkau menjadi orang yang selamat. Dan jangan-lah engkau memperbanyak tertawa,
sebab banyak tertawa itu bisa mematikan hati.”(HR> at-Turmudzi)
Ma’asyiral Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Pesan Rasulullah tersebut, yang pertama adalah agar kita
menjahui larangan-larangan Allah, agar bisa menjadi orang yang patuh kepadanya.
Hal ini dapat di fahami, bahwa menjahui larangan lebih berat daripada
melaksanakan perintah. Jika kita tidak sanggup menjaga keburukan mustahil dapat
mendatangkan kebaikan. Nabi bersabda:
مَا أَمَرْتُكُمْ
بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، وَمَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَبُوهُ»
“Apa saja yang aku perintahkan, lakukanlah menurut
kemampuanmu. Dan apa saja yang aku larang, tinggalkanlah sepenuhnya.”
Pesan Rasulullah yang kedua, agar kita bisa dengan rela
menerima rezeki yang telah diberikan Allah, supaya kita menjadi orang terkaya.
Yang berarti tidak mengharapkan bantuan orang lain, tidak cenderung
menginginkan hal-hal yang bukan milik kita dan bukan bagian kita, dan tidak
muncul perasaan rendah diri, dan juga tidak selalu menunggu uluran tangan dari
orang lain seperti jiwa pengemis. Sebab rezeki akan datang dengan sendirinya
tanpa perlu di kejar-kejar, intinya ikhtiyar sepenuhnya dan bertawakal kepadanya.
Rasulullah bersabda:
إِنَّ
الرِّزْقَ لَيَطْلُبُ الْعَبْدَ كَمَا يَطْلُبُهُ أَجَلُهُ». )رواه ابن حبان(
“Sesungguhnya rezeki itu akan datang kepada seseorang
sebagaiman datangnya ajal kepadanya.” (HR. Ibnu Hibban).
Ma’asyiral Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Pesan Rasulullah yang ketiga adalah, agar kita bersikap
baik dengan tetangga, agar supaya menjadi orang yang aman, siapapun tetangga
itu. Rasulullah bersumpah-sumpah:
وَالله
لَا يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لَايُؤْمِنُ.
Ketika ada yang menanyakan siapa orangnya yang dikatakan
tidak beriman, sampai Rasulullah bersumpah-sumpah seperti itu, Rasulullah
kemudian menjawab:
الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ». )رواه احمد(
“Orang yang tetangganya tidak pernah merasa aman dari
gangguannya.”(HR. Imam Ahmad).
Pesan Rasulullah yang ke empat adalah, agar kita
menghargai hak hak orang lain sebagaimana kita menghargai hak hak kita sendiri.
Apabila kita senang diperlakukan baik, maka kita harus berlaku baik kepada
orang lain. Apabila kita senang dihormati orang lain, maka hormatilah orang
lain, bila kita mampu berlaku untuk
orang lain dengan ukuran diri sendiri, maka kita akan hidup bahagia dan
selamat.
Pesan Rasulullah yang ke lima atau yang terakhir adalah,
agar tidak memperbanyak tertawa terbahak-bahak. Karena hal itu dapat
menyebabkan hati kita mati, Rasulullah berpesan agar kita selalu menampakkan
wajah yang cerah, berseri-seri, ramah tamah,tampak bahagia akan tetapi tidak
tertawa terbahak-bahak yg dapat mengakibatkan matinya hati.
Ma’asyiral Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Itulah beberapa pesan yang di sampaikan oleh Baginda
Rasulullah SAW kepada para sahabat, dan tujuannya tentu juga kepada kita semua
yang menjadi umat Rasulullah SAW. Marilah kita ikuti petunjuk-petunjuk beliau,
agar kita menjadi umat yang baik, yang hidup layak di dunia dan berbahagia di
kehidupan akhirat kelak, Amin Ya Rabbal Alamin.
بَارَكَ
اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ
هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.